Perbedaan Kalibrasi Internal dan Kalibrasi Terakreditasi KAN ISO 17025
Pt-sidik.com – utu. Namun, tidak semua kalibrasi memiliki tingkat pengakuan yang sama. Banyak perusahaan melakukan kalibrasi secara internal, sementara sebagian lainnya menggunakan layanan kalibrasi dari laboratorium terakreditasi. Memahami perbedaan antara kalibrasi internal dan kalibrasi terakreditasi KAN ISO 17025 sangat penting, terutama bagi perusahaan yang sedang mempersiapkan audit ISO.
Secara umum, kalibrasi adalah proses membandingkan hasil pengukuran suatu alat dengan standar acuan yang memiliki tingkat akurasi lebih tinggi. Tujuannya adalah memastikan bahwa alat ukur memberikan hasil yang tepat dan konsisten. Dalam praktiknya, kalibrasi dapat dilakukan secara internal oleh perusahaan atau oleh laboratorium eksternal yang memiliki akreditasi resmi.
Kalibrasi internal biasanya dilakukan oleh tim teknis perusahaan menggunakan standar referensi yang dimiliki sendiri. Metode ini sering digunakan untuk pengecekan rutin atau verifikasi alat ukur yang digunakan sehari-hari. Keuntungan kalibrasi internal adalah fleksibilitas dan kecepatan proses karena dapat dilakukan kapan saja tanpa harus mengirim alat ke laboratorium luar. Namun, kalibrasi internal memiliki keterbatasan dalam hal pengakuan formal, terutama ketika perusahaan harus menunjukkan bukti ketertelusuran standar saat audit.
Berbeda dengan kalibrasi internal, kalibrasi terakreditasi dilakukan oleh laboratorium yang telah diakui oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Laboratorium yang terakreditasi harus memenuhi persyaratan teknis dan sistem manajemen mutu sesuai standar ISO/IEC 17025. Standar ini diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan menjadi acuan global untuk memastikan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.
Sertifikat kalibrasi yang diterbitkan oleh laboratorium terakreditasi KAN memiliki nilai lebih karena diakui secara nasional dan internasional. Sertifikat tersebut mencantumkan informasi penting seperti metode kalibrasi, standar acuan, ketidakpastian pengukuran, serta ketertelusuran standar yang digunakan. Dokumen ini menjadi bukti kuat saat perusahaan menjalani audit ISO, karena auditor dapat memverifikasi bahwa alat ukur telah dikalibrasi sesuai standar yang diakui.
Dalam konteks audit ISO 9001 atau ISO 17025, penggunaan kalibrasi terakreditasi sering kali menjadi pilihan yang lebih aman. Auditor biasanya akan memeriksa apakah sertifikat kalibrasi berasal dari laboratorium yang memiliki akreditasi resmi. Jika perusahaan hanya mengandalkan kalibrasi internal tanpa bukti ketertelusuran yang jelas, auditor dapat mempertanyakan validitas hasil pengukuran tersebut.
Meskipun demikian, kalibrasi internal tetap memiliki peran penting dalam sistem pengendalian alat ukur. Banyak perusahaan menggunakan kombinasi keduanya: kalibrasi internal untuk pengecekan rutin dan kalibrasi terakreditasi untuk memastikan validitas dan pengakuan resmi. Pendekatan ini membantu menjaga akurasi alat ukur sekaligus memenuhi persyaratan audit dan standar mutu internasional.
Dengan memahami perbedaan antara kalibrasi internal dan kalibrasi terakreditasi KAN ISO 17025, perusahaan dapat menentukan strategi pengelolaan alat ukur yang lebih efektif. Pengukuran yang akurat tidak hanya membantu perusahaan lolos audit ISO, tetapi juga meningkatkan kualitas produk, efisiensi proses, serta kepercayaan pelanggan terhadap sistem manajemen mutu yang diterapkan.
