Komplek Nuansa Mas Estate, Blk. E No.2, Cipamokolan, Rancasari, Bandung 40292
sidikkalibrasi@pt-sidik.com
marketingkalibrasi@pt-sidik.com

Pentingnya Kalibrasi Pressure Gauge Terakreditasi KAN untuk Audit ISO

Pentingnya Kalibrasi Pressure Gauge Terakreditasi KAN untuk Audit ISO

Pt-sidik.com – Pressure gauge merupakan salah satu alat ukur yang banyak digunakan dalam berbagai proses industri untuk memantau tekanan pada sistem. Alat ini dapat ditemukan pada mesin produksi, boiler, kompresor, tangki, sistem perpipaan, hingga berbagai instalasi proses lainnya. Karena hasil pembacaan pressure gauge sering menjadi dasar dalam pengawasan kondisi proses, keakuratan alat perlu diperhatikan melalui pengelolaan dan kalibrasi yang tepat.

Dalam penerapan sistem manajemen mutu, kalibrasi pressure gauge bukan hanya berkaitan dengan mengetahui apakah jarum atau display menunjukkan angka tertentu. Kalibrasi dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran pressure gauge terhadap standar acuan yang memiliki ketertelusuran. Dari perbandingan tersebut dapat diketahui penyimpangan atau koreksi pengukuran pada titik-titik tertentu.

Hal tersebut menjadi semakin penting ketika perusahaan sedang mempersiapkan audit ISO. Auditor biasanya membutuhkan bukti bahwa peralatan monitoring dan pengukuran yang digunakan untuk mendukung proses telah dikendalikan. Salah satu bukti pengendalian tersebut dapat berupa sertifikat kalibrasi dari laboratorium yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Mengapa Harus Terakreditasi KAN?

Kalibrasi pressure gauge dari laboratorium terakreditasi KAN berdasarkan SNI ISO/IEC 17025 memberikan dasar yang lebih kuat dalam pengelolaan alat ukur. ISO/IEC 17025 merupakan standar kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi yang mencakup berbagai aspek, mulai dari kompetensi personel, metode kalibrasi, peralatan, kondisi lingkungan, validitas hasil, hingga ketertelusuran pengukuran.

Akreditasi KAN menunjukkan bahwa kompetensi laboratorium telah dinilai terhadap persyaratan akreditasi yang berlaku pada ruang lingkupnya. Bagi perusahaan, hal ini dapat membantu ketika harus menunjukkan kepada auditor bahwa proses kalibrasi dilakukan melalui laboratorium yang memiliki kompetensi sesuai ruang lingkup layanan.

Sertifikat kalibrasi juga memberikan informasi penting mengenai hasil pengukuran pressure gauge. Data seperti titik kalibrasi, hasil pembacaan, penyimpangan atau koreksi, serta ketidakpastian pengukuran dapat digunakan sebagai bagian dari evaluasi kondisi alat. Jika ditemukan hasil yang tidak sesuai dengan kebutuhan proses, perusahaan dapat melakukan tindak lanjut seperti evaluasi, adjustment, perbaikan, atau penggantian alat. Kalibrasi sendiri bukan proses untuk memperbaiki atau mengembalikan alat ke kondisi normal.

Pressure Gauge dan Kesiapan Audit ISO

Dalam kegiatan audit ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 22000, maupun sistem manajemen lainnya, pengendalian alat ukur dapat menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Pressure gauge yang digunakan untuk monitoring proses sebaiknya memiliki identitas alat, status kalibrasi, interval kalibrasi, serta rekaman hasil kalibrasi yang terdokumentasi dengan baik.

Kebutuhan tersebut tidak hanya berlaku untuk perusahaan di Bandung. Banyak perusahaan manufaktur dan industri di Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikarang, Tangerang, Bogor, hingga berbagai wilayah Jawa dan luar Jawa membutuhkan jasa kalibrasi pressure gauge untuk mendukung sistem mutu dan kesiapan audit. Perusahaan juga dapat memilih layanan laboratorium maupun on-site sesuai kondisi alat dan kebutuhan operasional.

PT SIDIK Bandung menyediakan layanan kalibrasi alat ukur dengan penerapan SNI ISO/IEC 17025 dan akreditasi KAN sesuai ruang lingkup yang tersedia. Bagi perusahaan yang sedang mempersiapkan audit, kalibrasi dapat menjadi bagian dari agenda pengendalian peralatan ukur agar dokumentasi dan rekaman pengukuran lebih tertata.

Pada akhirnya, kalibrasi pressure gauge terakreditasi KAN bukan sekadar memenuhi kebutuhan sertifikat. Lebih dari itu, proses kalibrasi membantu perusahaan mengetahui penyimpangan alat berdasarkan standar acuan yang tertelusur. Dengan pengelolaan alat ukur yang konsisten, perusahaan dapat menjaga keandalan data pengukuran sekaligus lebih siap menghadapi kebutuhan audit ISO.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *