Peran Sertifikat Kalibrasi KAN dalam Validitas Hasil Pengukuran
Pt-sidik.com – Dalam kegiatan produksi, laboratorium, quality control, maupun proses inspeksi, hasil pengukuran sering menjadi dasar untuk mengambil keputusan. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya menggunakan alat ukur yang terlihat berfungsi dengan baik. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa hasil pengukuran yang dihasilkan dapat dipercaya dan memiliki dasar ketertelusuran yang jelas.
Salah satu dokumen penting dalam pengelolaan alat ukur adalah sertifikat kalibrasi. Ketika kalibrasi dilakukan oleh laboratorium yang terakreditasi KAN sesuai SNI ISO/IEC 17025, sertifikat tersebut dapat menjadi salah satu bukti objektif bahwa proses kalibrasi dilakukan dalam sistem kompetensi laboratorium yang telah dinilai sesuai ruang lingkup akreditasinya.
Apa Hubungan Sertifikat Kalibrasi dengan Hasil Pengukuran?
Kalibrasi dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran suatu alat terhadap standar acuan yang memiliki ketertelusuran. Dari proses tersebut dapat diketahui penyimpangan, koreksi, dan informasi ketidakpastian pengukuran sesuai metode kalibrasi yang digunakan.
Sertifikat kalibrasi kemudian mendokumentasikan hasil dari proses tersebut. Informasi yang tercantum dapat membantu perusahaan mengetahui bagaimana karakteristik pengukuran alat pada titik-titik yang dikalibrasi. Jadi, sertifikat kalibrasi bukan sekadar dokumen bahwa sebuah alat pernah diperiksa, tetapi merupakan rekaman teknis mengenai hasil kalibrasi alat tersebut.
Hal yang perlu diperhatikan adalah sertifikat kalibrasi tidak otomatis menyatakan bahwa alat selalu benar atau sesuai untuk semua penggunaan. Perusahaan tetap perlu mengevaluasi hasil kalibrasi berdasarkan batas toleransi, spesifikasi alat, persyaratan proses, serta tujuan penggunaan alat.
Mengapa Akreditasi KAN Penting?
KAN atau Komite Akreditasi Nasional memberikan akreditasi kepada laboratorium berdasarkan persyaratan kompetensi yang berlaku. Untuk laboratorium kalibrasi, SNI ISO/IEC 17025 menjadi salah satu standar utama yang digunakan dalam penilaian kompetensi laboratorium.
Dengan menggunakan laboratorium kalibrasi terakreditasi KAN sesuai ruang lingkupnya, perusahaan memiliki dokumen kalibrasi yang lebih kuat untuk mendukung kebutuhan sistem manajemen, pengendalian alat ukur, maupun proses audit. Namun, perusahaan tetap perlu memastikan bahwa jenis alat dan metode kalibrasi yang dibutuhkan memang termasuk dalam ruang lingkup akreditasi laboratorium.
Sertifikat Kalibrasi untuk Kebutuhan Audit ISO
Dalam penerapan ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 22000, maupun sistem manajemen lainnya, pengendalian alat monitoring dan pengukuran menjadi bagian yang perlu diperhatikan sesuai persyaratan dan penerapannya di perusahaan.
Saat audit, perusahaan dapat diminta menunjukkan bukti pengendalian alat ukur. Sertifikat kalibrasi, daftar induk alat, label status kalibrasi, jadwal kalibrasi, serta rekaman evaluasi hasil kalibrasi dapat menjadi bagian dari dokumentasi tersebut.
Yang tidak kalah penting adalah tindakan setelah sertifikat diterima. Jika hasil kalibrasi menunjukkan penyimpangan yang tidak sesuai dengan persyaratan penggunaan, perusahaan perlu melakukan evaluasi dan menentukan tindakan yang diperlukan. Tindakan tersebut dapat berupa adjustment, perbaikan, pembatasan penggunaan, atau penggantian alat. Adjustment berbeda dengan kalibrasi karena adjustment merupakan proses penyetelan untuk memperbaiki atau mengubah karakteristik alat.
Mendukung Ketertelusuran Pengukuran
Ketertelusuran menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan hubungan hasil pengukuran dengan standar acuan. Dengan adanya proses kalibrasi yang terdokumentasi, perusahaan dapat memiliki rekaman mengenai alat, standar yang digunakan, metode, hasil pengukuran, dan informasi teknis lainnya sesuai sertifikat.
Kebutuhan ini berlaku bagi berbagai jenis alat, seperti timbangan, pressure gauge, thermometer, flowmeter, pH meter, multimeter, temperature sensor, load cell, maupun alat ukur lainnya yang digunakan dalam proses industri.
PT SIDIK Bandung menyediakan layanan kalibrasi alat ukur dengan penerapan SNI ISO/IEC 17025 dan akreditasi KAN sesuai ruang lingkup yang tersedia. Layanan kalibrasi dapat dimanfaatkan oleh perusahaan di Bandung maupun berbagai wilayah lain di Indonesia untuk membantu pengelolaan alat ukur dan dokumentasi sistem mutu.
Pada akhirnya, sertifikat kalibrasi KAN memiliki peran penting sebagai bukti terdokumentasi dari hasil proses kalibrasi, tetapi validitas hasil pengukuran tidak hanya bergantung pada keberadaan sertifikat. Kondisi alat, metode pengukuran, ketidakpastian, ketertelusuran standar, kompetensi pengguna, dan kesesuaian alat dengan tujuan penggunaan juga perlu diperhatikan. Pengelolaan seluruh aspek tersebut membantu perusahaan memperoleh hasil pengukuran yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dan mendukung kesiapan menghadapi audit.
